Aksi Memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2012


Sebagai bentuk apresiasi nyata dan konkret BEM Teknik UNMUL dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh setiap tanggal 20 Mei, pengurus BEM Teknik mengadakan kegiatan selama 2 hari untuk sekedar mengingatkan Mahasiswa Fakultas Teknik betapa sakralnya Hari Kebangkitan Nasional tersebut, di hari pertama tanggal 20 Mei BEM Teknik mengadakan acara renungan malam, dalam acara renungan malam yang dihadiri oleh sekitar 100 Mahasiswa Fakultas Teknik tersebut terdapat beberapa kegiatan diantaranya adalah Bedah Film yang berjudul “Tragedi Jakarta 1998 (Gerakan Mahasiswa Indonesia)“ dengan durasi sekitar 1 Jam 50 Menit. Dalam bedah film ini mahasiswa Teknik bersama-sama menyaksikan aksi mahasiswa menuntut turunnya Presiden Soeharto yang berkuasa selama kurang lebih 32 tahun, setelah nonton bareng lalu dilanjutkan dengan bersama-sama menganalisis sekaligus memaknai beberapa aksi demonstrasi yang dilakukan kalangan mahasiswa tersebut.

Selain acara Bedah Film, pada hari yang sama pengurus BEM Teknik juga mempersembahkan Drama Komedi yang isi ceritanya masih terkait dengan Hari Kebangkitan Nasional.

Lalu, acara terakhir di hari Pertama Aksi Memperingati Hari Kebangkitan Nasional yaitu Pembacaan Puisi Harkitnas yang diiringi dengan renungan sunyi oleh seluruh peserta sebagai bentuk pengoreksian diri dari masing-masing peserta, apakah sumbangsih yang telah mereka berikan kepada Bangsa ini.

Pada hari kedua tanggal 21 Mei 2012 sebagai aksi lanjutan dari hari sebelumnya, pengurus BEM Teknik melangsungkan upacara di halaman parkir Fakultas Teknik UNMUL dari Jam 08.00-09.00. Perangkat upacara diisi oleh kader-kader BEM Teknik dari angkatan VT8, dan sebagai Pembina Upacara adalah Sdr. Akhmad Rifa’I yang juga mantan Ketua BEM Teknik UNMUL.

Setelah melangsungkan upacara memperingati Harkitnas, acara terakhir sekaligus acara puncak yang dilakukan Pengurus BEM Teknik UNMUL adalah Aksi Demonstrasi damai ke Kantor Gubernur. Tema Aksi yang dibawa adalah INDONESIA “SUDAH” BANGKIT ? KALTIM BAGAIMANA ?. Aksi turun ke jalan tersebut diikuti sekitar 40-45 anggota BEM Teknik dan berlangsung dari pukuk 10.00-14.00 WITA. Dalam aksi turun kejalan tersebut BEM Teknik membawa permasalahan-permasalahan yang seharusnya menjadi perhatian bersama antara Pemprov Kaltim beserta Masyarakat di seluruh wilayah Kaltim. Permasalahan-permasalahan tersebut diantaranya adalah:

  1. Kelemahan Birokrasi dalam mewujudkan clean and good governance : Rendahnya Transparansi dalam perumusan kebijakan dan perencanaan program , masih lemahnya pengawasan dalam penyelenggaraan pemerintahaan dan pembangunan , Birokrasi pemerintahan daerah belum berfungsi optimal sebagai organisasi pelayanan .
  2. Adanya Disparitas pembangunan wilayah : Terjadi Sentralisasi pembangunan di wilayah – wilayah tertentu di Kaltim. Bila tidak disikapi dengan baik hal ini akan mengurangi kadar nasionalisme masyarakat , terutama masyarakat perbatasan.
  3. Rendahnya kualitas SDM di Kaltim  mengakibatkan kurangnya daya saing  dalam hal pekerjaan antara masyarakat lokal terhadap masyarakat pendatang .
  4. Kerusakan lingkungan hidup : kerusakan hutan yang parah , banjir , keruhnya mahakam , yang diakibatkan oleh rendahnya reklamasi lahan pasca tambang .
  5. Persentase penduduk miskin yang relatif tinggi dikarenakan kurangnya pembenahan ekonomi  dan upaya pemerintah Kaltim untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, jumlah pendatang lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk alamiah.
  6. Pelayanan Infrastruktur yang terbatas : Pembangunan jalan di Kaltim belum memadai , Sehingga persoalan listrik dan distribusi logistik ke daerah pelosok belum berjalan sebagaimana mestinya.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menuntut untuk dapat dipertemukan dengan Gubernur Kaltim Dr.Awang Faroek Ishak, namun beliau berhalangan hadir karena ada kunjungan ke luar daerah, sebagai gantinya para mahasiswa diterima oleh Kepala Badan KESBANGPOL Prov.Kaltim Dr.H.Hasyim Mi’radje,M.Si dan kemudian dilanjutkan dengan pertemuan tertutup dimana dalam pertemuan tertutup tersebut BEM Teknik diwakili oleh 5 mahasiswa yaitu Febri Subekti, La Ode Amril Kasir, Akhmad Rifa’I, Dede Yusuf, dan Ellyeser Tamme. Dari pertemuan tertutup tersebut hasil yang dicapai masih bersifat normatif, Kepala Badan KESBANGPOL berkata bahwa tuntutan yang dibawa mahasiswa Teknik akan menjadi bahan perhatian Pemprov Kaltim dan akan segera ditindaklanjuti lewat tindakan nyata. Setelah diadakan pertemuan tersebut aksi demonstrasi yang BEM Teknik lakukan pun berakhir, dan dilanjutkan dengan Aksi Konvoi bermotor hingga kembali ke Kampus Teknik.

Itulah sedikit rangkuman Aksi BEM Teknik dalam rangka Memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang berlangsung selama 2 hari. Menurut laporan dari Polresta Samarinda, hanya BEM Teknik yang mengadakan aksi Harkitnas di Samarinda, di satu sisi ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pengurus BEM Teknik namun kalau kita berfikir lebih jauh tentu ini menjadi hal yang sangat patut dipertanyakan dan disayangkan karena begitu banyaknya elemen organisasi yang ada di Samarinda tetapi tidak ada satupun yang mengadakan Aksi nyata memperingati Harkitnas. Apakah sudah luntur jiwa nasionalis dan kebangsaan masyarakat kita saat ini?? Inikah bentuk apresiasi kita terhadap perjuangan untuk membangkitkan semangat kebangsaan yang telah dikobarkan para pahlawan kita?? Tentu kita miris bila mengetahui hal ini.

 

Created By:

Bidang Kajian dan Aksi BEM TEKNIK UNMUL

Bidang Komunikasi dan Informasi BEM TEKNIK UNMUL


Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s