Intip! Syarat Penelitian Untuk Publikasi Ilmiah


(research.unc.edu)

Publikasi ilmiah telah diajukan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan, Budaya, dan Pariwisata untuk menjadi syarat kelulusan untuk program sarjana, magister, maupun doktoral sejak Agustus 2012 yang lalu. Syarat ini diharapkan dapat melahirkan penelitian-penelitian yang baru serta mendorong kelanjutan penelitian-penelitian terdahulu.

Namun, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan sebelum mempublikasikan penelitian Anda di forum ilmiah nasional maupun internasional.

1. Aktualitas

Idealnya, sebuah topik penelitian yang diangkat merupakan topik yang bersifat aktual. Topik ini dapat diangkat dari beberapa sumber seperti masalah yang belum terselesaikan, fenomena yang sedang berlangsung atau sedang menjadi trending topic di masyarakat. Topik yang akan diangkat tentunya juga belum pernah dibahas oleh peneliti-peneliti terdahulu.

2. Koheren

Penelitian merupakan “cerita” yang sifatnya ilmiah. Deskripsikan penelitian Anda secara baik dan mengalir dengan didukung oleh pemilihan kata ilmiah yang baik, penulisan yang konsisten, dan juga terdapat benang merah antara latar belakang masalah, tinjauan pustaka, temuan di lapangan, dan juga kesimpulan hasil penelitian. Jika Anda meneliti tentang blog maka Anda harus tetap fokus pada objek penelitian Anda tentang blog.

3. Analisis mendalam

Penelitian seyogianya dapat menjawab permasalahan yang diangkat dan mampu menyingkap informasi yang tidak diketahui atau tidak disadari oleh banyak orang. Untuk itu, dibutuhkan pemaparan hasil penelitian melalui analisis data secara mendalam dari partisipan yang tepat serta instrumen yang reliabel. Analisis data merupakan jantung dari penelitian karena akan menentukan bagaimana peneliti menginterpretasi data dan informasi yang ditemukannya.

4. Sumber yang jelas

Karena sifatnya yang alamiah, segala jenis data dan informasi yang ditampilkan haruslah berasal dari sumber yang valid bukan dari prediksi maupun tebak-tebakan dari si peneliti. Buku, surat kabar, media internet, dan juga penelitian-penelitian terdahulu dapat menjadi sumber referensi yang otentik yang dapat dipertanggungjawabkan dalam kajian ilmiah. (SHB)