Unmul MoU Dengan KPDT (Wujudkan Pembinaan dan Pendidikan Daerah Tertinggal di Kaltim)


Wujudkan Pembinaan dan Pendidikan Daerah Tertinggal di Kaltim
SAMARINDA – Mewujudkan pembinaan dan peningkatan pendidikan masyarakat di wilayah perbatasan dan tertinggal di Kaltim, Universitas Mulawarman (Unmul) melakukan kerjasama dengan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) yang ditandai dengan   Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Rektor Unmul Prof Dr H Zamruddin Hasid dan Menteri PDT Helmy Faishal Zaini di Kampus Unmul Samarinda.
“Kerjasama ini diharapkan dapat membantu masyarakat di wilayah terpincil agar lebih terjamin pendidikannya, sehingga kesejahteraan masyarakat tersebut dapat terwujud,” kata Helmy Faishal Zaini usai MoU di Unmul Samarinda, Kamis (21/2).
Menurut dia, diharapkan MoU ini dapat diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat, pendampingan dan pembinaan sains masyarakat tertinggal. Artinya, jika mahasiswa Unmul ada yang melakukan penelitian atau KKN di perkotaan tentu hal itu sikap yang bagus. Tetapi, jika dilakukan di daerah terpencil dan tertinggal, tentunya sangat bagus.
Karena, hal itu akan mendukung peningkatan kualitas SDM di wilayah tersebut dan juga SDM lulusan Unmul. “Salah satu contoh yang dapat dilakukan mahasiswa ketika ke wilayah terpencil, yakni melakukan pembinaan organisasi di daerah tersebut, guna melaksanakan suatu program,” jelasnya.
Diharapkan, Unmul bisa berpartisipasi dalam pengembangan pendidikan di wilayah tersebut. Misalnya, apabila masyarakat memiliki alat pengolahan untuk mengembangkan SDA di wilayah tersebut, diharapkan mahasiswa Unmul dapat melatih masyarakat tersebut hingga sukses.
Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H Farid Wadjdy mengatakan, MoU ini merupakan bentuk kepedulian yang dilakukan KPDT terhadap masyarakat di daerah tertinggal dan terpencil, khususnya di Kaltim.
“Hal ini tidak lain bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan pembangunan di wilayah tersebut. Harapannya, kerjasama tersebut tidak hanya sebatas kesepakatan, tetapi harus ditindaklanjuti dengan aksi di lapangan. Misalnya, KPDT memberikan bantuan biaya untuk pembinaan masyarakat di wilayah tersebut. Sementara pembinaan dan pendidikan dapat dilakukan mahasiswa Unmul,” jelasnya.
Dengan kesepakatan ini, Pemprov Kaltim juga akan mendukung Unmul dalam pembiayaan. Bahkan, ini juga selaras dengan program Pemprov Kaltim untuk menyukseskan daerah tertinggal.
Sementara itu, Rektor Unmul Prof Dr H Zamruddin Hasid berharap realisasi dari kesepakatan ini dapat meningkatkan kualitas SDM di wilayah terpencil dan lulusan Unmul di Kaltim. “Kesepakatan ini berlakukan sejak ditandatangani hingga tiga tahun ke depan,” jelasnya.
Hadir pada MoU tersebut Sekretaris Menteri PDT Dr H M Nurdin dan Anggota Komisi V asal Kaltim Dr Hetifah Sjaifudin.(jay/hmspro